Semenjak hari itu. Tak sedikit coba dekatiku. Kubiarkan s'mua berlalu. Gugur satu per satu. Kar'na setiap kucoba mulai kisah baru. Rasanya aku khianatimu. Padahal kau di situ. Sudah tak mau tahu kabar
Ulah siapa yang bisa buatku begini?. Gila, ini bahagia apa menderita?. Langit lagi bagus-bagusnya, tapi bagiku biasa saja. Dia buatku terkesima. Menyapamu tak berani, menciummu apalagi. Mata, pundak,
(Hu-oh, hu). (Yeah, yeah). (Hu-oh, hu, hu). Dari seribu jalan di dunia. Mengapa berpapasan, bertemu dia?. Inginnya lari, pergi tanpa kata. Menyapa, sudut mata hafal rupanya (sayang). Lupa bahwa lupaka