Teringat ku di sini. Akan senyum manismu. Sedekat itu ragamu berdiri. Seakan pertemuan yang pertama kali. Satu permintaanku. Tolonglah nyanyikan alunan mimpiku. Bawa kembali. Hadirmu di sini. Bawalah
Luapkanlah. Belakangan ini rasa dan pikiranku dibunuh hari-hari. Susah untuk bangun, berpikir apakah harus melangkahkan kaki?. Sering ku berharap semoga orang-orang terdekat memahami. 'Tuk sekali saja
Jika memang kau memilih penjara 'tuk bahagia. Tanpa sadar kau tersiksa. Hilang sudah. Apa daya aku hanya seorang. Yang ada 'tuk sementara. Jika benar kau merasa sendirian dalam hati. Kutahu kau banyak
S'lalu ada curiga. Berjalan bersama kasih dan asmara. Masih tetap cemburu. Mewarnai hari di setiap saat. Tanda besarnya cinta di antara kita. Tertanam bahagia. Kurasa ini 'kan s'lalu sama. Kehangatan
Ca-ca-cantik. Akankah 'tuk selamanya?. Akankah hidup berdua?. Akankah tua bersama?. Bila satu tak cukup untukmu. Lakukan saja maumu. Tak peduli rencanamu. Namun bila kau berubah. Mungkin saja akan ind
Memang tak semudah bicara. Tak seindah yang dibayangkan. Bukan juga kebetulan. Tak semudah memutarbalikkan tangan. Takdir mempertemukan kita. Dalam langkah tentukan arah. Bukan juga kebetulan. Tak sem