Kemarin
kau tebar tawa dan canda
Tak lagi diriku sangsi dustamu terindah
Karena kau tau kau satu-satunya Bersama yang di hatiku
penuhi ruangnya
Aku tau
kau telah menduakanku Tak pernah dirimu malu pasumu terbuka
Namun ku
terhanyut
dalam kecupan Kiranya hanya untukku
Sampai kapan kah aku kan serendah ini
Kapan kau hentikan perselingkuhanmu
Ku takut emosi dan membunuh dirimu yang teramat
Aku cinta
Kemarin kau menangis di peluku
Jangan kau tinggalkan aku kau katakan lagi
Namun bibirmu
rasuki jantungku Sentuhan itu kutunggu
Sampai kapan kah aku
kan serendah ini
Kapan kau hentikan perselingkuhanmu
Ku takut
emosi dan membunuh dirimu yang teramat
Aku cinta
Kapan kah kau sadari
kau sehina itu
Ataukah aku yang
akan menghentikannya
Dirimu adalah seseorang yang begitu ku cinta
Sampai
kapan kah aku kan serendah ini Kapan kau hentikan perselingkuhanmu
Ku takut emosi
dan membunuh dirimu yang teramat
Aku cinta Kapan kah kau sadari
kau sehina itu
Ataukah aku yang akan menghentikannya Dirimu adalah
seseorang yang
begitu ku cinta
Aku cinta