Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Mari masuk, masuk.
Apa kabar saudara?
Lama tak jumpa, induh hati.
Alhamdulillah, sehat.
Mari semua nih.
Jaya kita hari ini.
Jaya lah, jaya lah.
Sebulan sudah kita puasa,
menahan lapar haus dago.
Kini bahagia kita bersama,
menyambut indahnya hai yaiyo.
Kini bahagia kita bersama,
menyambut indahnya hai yaiyo.
Haa,
yang puasa penuh yaiyo.
Yang tak puasa, ponggai kombo.
Di bulan syawal kita yaiyo kan,
meminta izin sepenuh hati.
Bersalam salam saling bermaafan,
salah dan silap maaf diberi.
Makan lontong,
nasi omak,
mondang daging,
ketupat adon,
rasanya semua ondak dimakan.
Kagas kagas,
adododol,
kolang kaleng,
nampai,
sungguh sedapnya makan bersama.
Anak anak,
haa,
mari ke mari,
mari,
mari,
mari,
bubaris,
bubaris,
bubaris.
Bubaris yang nonton yuk.
Haa,
ondak THR tidak?
Tidak.
Anak anak,
segera dibariskan,
menunggu THR dibagikan.
Janganlah sampai salah disalamkan,
tersalam pula anak jadi-jadian.
Alamak.
Janganlah sampai salah disalamkan,
tersalam pula anak jadi-jadian.
Makan lontong,
nasi omak,
mondang daging,
ketupat adon,
rasanya semua ondak dimakan.
Kagas kagas,
adododol,
kolang kaleng,
nampai,
sungguh sedapnya makan bersama.
Wahai saudara ku di perantauan,
tak dapat pulang ke kampung,
alamak.
Jangan bersedih, jangan berduka,
berdoa pada yang maha kuasa.
Semoga diberi rezeki berlimpah untuk pulang berhari raya.
Semoga diberi rezeki berlimpah untuk pulang berhari raya.
Haa,
mana-mana yang tak bisa balik kampung tahun ini,
kan bisa pediokol.
Lopas juga hindu.
Mudah-mudahan tahun muka bisa balik kampung.
Ya, tak usah sedih-sedih lagi, yo.
Suasana haru dan gembira,
ada tangis dan juga tawa.
Silaturahmi tetaplah dijaga,
semoga hidup berkah bahagia.
Inilah kami, seniman batu bara,
lestari lah muda ayat kita.