Bukan sekejap denganmu
Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku
Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan
Kau anggap itu suratan
Sedikit pun riap wajahmu Tidak ada berkilau
Hanya aku separuh nyawa Menahan beban didada
Sedangkan kau bersahaja Berlalu tanpa kata
Merasa diri amat terhina Kau lakukan
Kusangkakan panas berpanjangan
Rupanya kerimis, rupanya kerimis
Mengundang
Tidak sadarku kebasahan
Deres mili ni udar Gawe aku gelingan
Nalikuh kowe tak terkening terminal giwangan
Iku akhir pertemuan kowe lan aku
Gawe aku netes ke eluhning pipiku
Rakuat nandang rosok Loroneng jeruh dodok
Ibarat purip kari awatan porokku
Bukan sekejap denganmu Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan Kau anggap itu suratan
Sedikit pun riap wajahmu Tidak ada berkilau
Hanya aku separuh nyawa Menahan beban didada
Sedangkan kau bersahaja Berlalu tanpa kata
Merasa diri amat terhina Kau lakukan
Pernah juga kau minta perpisahan
Aku sangka kau itu hanyalah gurauan
Nyata kau serius dalam senyuman
Dua tahun sudah kita tak bertemu Kumasih menunggu kabar dari dirimu
Nomor HPmu ga aktif BBM pun pending
Apa mungkin kini hatimu sudah berpaling
Hancur sudah harapan Kupus semua impian
Biarlah semua ini menjadi sebuah kenangan
Bukan sekejap denganmu Bukan mainan hasratku
Engkau pun tahu niatku Tulus dan suci
Senang benar kau ucapkan Kau anggap itu suratan
Sedikit pun riap wajahmu Tidak ada berkilau
Hanya aku separuh nyawa Menahan beban didada
Sedangkan kau bersahaja Berlalu tanpa kata
Merasa diri amat terhina Kau lakukan
Merasa diri amat terhina Kau lakukan