Bersedilah, bersedilah, bersedilah di tebutmu
Kau penolong jiwa raga walau kau cinta kedua
Sekuluh tahun membeku, rasa dingin kaget salju
Tak gairah mencicipi, merasakan nikmat cinta
Yang dulu mati membeku, ini hiu bergelongga
Lupu memutus cinta,
cinta yang pertama
Alamak, kibat kianat cinta,
hidupku susah
Sejapah kejam deritanya,
bila mengingatnya
Hancur lulu badanku,
termakan di jiwa
Dari hari ke hari,
hidupku meriah-iah Bersedilah,
bersedilah,
bersedilah di tebutmu
Walau cinta yang kedua
menjadi lembaran baru Betapa hidupku rugi,
bila hati beku mati
Nikmat cinta tak kumiliki,
aduh haiba napa rugi
Lupu memutus cinta,
cinta yang pertama Alamak, kibat kianat cinta,
hidupku susah
Sejapah kejam deritanya,
bila mengingatnya
Hancur lulu badanku,
termakan di jiwa
Dari hari ke hari,
hidupku meriah-iah Bersedilah,
bersedilah,
bersedilah di tebutmu
Walau cinta yang kedua
menjadi lembaran baru
Betapa hidupku rugi,
bila hati beku mati Nikmat cinta tak kumiliki,
aduh haiba napa
rugi Sebagai insan biasa,
nikmat hidup punya cinta