Berdesir lirih angin malam
Menyapa wajah kesuraman
Tergores luka di hatiku
Sakit tiada terkira
Namun
pucok batuk tersenyum
Di depan mata semua orang
Simpan kecewa hatiku
Biarlah Tuhan yang tahu
Kau goreskan aram di mukaku Kau hancuri
martabat diriku
Ku tata langit yang gelapu
Akankah berganti cinggah
Begitupun percintaanku Takkan selamanya gelapu
Kau goreskan aram di mukaku
Kau hancuri
martabat diriku
Namun
aku
tetap tersenyum